Langsung ke konten utama

Aku Sendiri


Aku  Sendiri
Sunyi  bertemankan malam pekat
Dingin angin menyapa lembut
Aku sendiri
Bagai bilangan prima
Hanya satu dan diri sendiri
Bagaikan desimal dengan beribu nol di belakang koma
Tak ada nilainya
Bagaikan akar pangat dua
Tidak ada maknanya
Hanya aku dan diriku
Bagai median yang ada dan tiada
Hidup di tengah kawanan
Namun sendirian kadang tak kelihatan
Bagai titik pusat sebuah lingkaran
Di tengah lingkaran namun jauh dari kawanan
Tetap sendirian
            Kadang aku berharap menjadi rusuk sebuah bangun ruang
            Kadang pula  aku berharap menjadi jaring jaring
            Kadang aku berharap menjadi titik koordinat yang saling terhubung
            Hanya anganku yang kian membubung
Aku tetap sendiri       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarjana Cap Onthel

Sarjana Cap Onthel Onthel tua buruk rupa Dua dasawarsa sudah usianya Pedal yang menganga Rantai korosi dimakan usia Karat menghiasi setiap sudutnya             Seperempat hari menyusuri jalan desa             Menemani wanita paruh baya             Menjajakan usaha dalam doa             Dalam perjuangan mencetak sarjana muda Wanita tangguh berbadan rapuh Kuat tekad juga niat Segala jalan ia tempuh Berteman air mata dan juga peluh             Ketika langit mulai memerah             Harapan datang membawa berkah             Semoga lekas lulus kuliah     ...

Kekejaman Papa Berbuah Manis

Kekejaman Papa Berbuah Manis (Karya Miss Ledom)             Bujang Pematang adalah calon nama yang akan diberikan oleh Papa ketika aku lahir. Papa sangat gembira memiliki seorang putri yang kini berusia 9 tahun. Kebahagiannya bertambah ketika mengetahui bahwa Mama sedang hamil. Papa sangat berharap memiliki anak kedua seorang laki-laki. Tibalah waktu bersalin bagi Mama dan lahirlah seorang putri kecil untuk kedua kalinya. Mungkin Papa memiliki perasaan yang campur aduk saat itu antara bahagia dan kecewa. “Maafkan putrimu yang lahir kedunia ini Pa.”             Kaos coklat berkerah adalah kaos pertama yang dibelikan Papa untukku ketika kelas 1 SD. Saat itu papa mengajakku mengunjungi lokasi mengajar yang jauh dari rumah. Kami akan bermalam di sana namun tanpa persiapan pakaian maka Papa  mampir ke sebuah toko dan memilihkan pakaian untukku. Katanya dengan pos...