Langsung ke konten utama

Sarjana Cap Onthel


Sarjana Cap Onthel

Onthel tua buruk rupa
Dua dasawarsa sudah usianya
Pedal yang menganga
Rantai korosi dimakan usia
Karat menghiasi setiap sudutnya
            Seperempat hari menyusuri jalan desa
            Menemani wanita paruh baya
            Menjajakan usaha dalam doa
            Dalam perjuangan mencetak sarjana muda
Wanita tangguh berbadan rapuh
Kuat tekad juga niat
Segala jalan ia tempuh
Berteman air mata dan juga peluh
            Ketika langit mulai memerah
            Harapan datang membawa berkah
            Semoga lekas lulus kuliah
            Doa Ibu yang tak pernah lelah


Terima kasih Mama....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Sendiri

Aku   Sendiri Sunyi   bertemankan malam pekat Dingin angin menyapa lembut Aku sendiri Bagai bilangan prima Hanya satu dan diri sendiri Bagaikan desimal dengan beribu nol di belakang koma Tak ada nilainya Bagaikan akar pangat dua Tidak ada maknanya Hanya aku dan diriku Bagai median yang ada dan tiada Hidup di tengah kawanan Namun sendirian kadang tak kelihatan Bagai titik pusat sebuah lingkaran Di tengah lingkaran namun jauh dari kawanan Tetap sendirian             Kadang aku berharap menjadi rusuk sebuah bangun ruang             Kadang pula   aku berharap menjadi jaring jaring             Kadang aku berharap menjadi titik koordinat yang saling terhubung             Hanya anganku yang kian membubung Aku tetap send...

Kekejaman Papa Berbuah Manis

Kekejaman Papa Berbuah Manis (Karya Miss Ledom)             Bujang Pematang adalah calon nama yang akan diberikan oleh Papa ketika aku lahir. Papa sangat gembira memiliki seorang putri yang kini berusia 9 tahun. Kebahagiannya bertambah ketika mengetahui bahwa Mama sedang hamil. Papa sangat berharap memiliki anak kedua seorang laki-laki. Tibalah waktu bersalin bagi Mama dan lahirlah seorang putri kecil untuk kedua kalinya. Mungkin Papa memiliki perasaan yang campur aduk saat itu antara bahagia dan kecewa. “Maafkan putrimu yang lahir kedunia ini Pa.”             Kaos coklat berkerah adalah kaos pertama yang dibelikan Papa untukku ketika kelas 1 SD. Saat itu papa mengajakku mengunjungi lokasi mengajar yang jauh dari rumah. Kami akan bermalam di sana namun tanpa persiapan pakaian maka Papa  mampir ke sebuah toko dan memilihkan pakaian untukku. Katanya dengan pos...