Langsung ke konten utama

Bila Aku Punya Kawan


24 September 2017
Disaat termenung dalam sepi bertemankan suasana hening dan air mata, aku mulai menulis.

"Bila Aku Punya Kawan"
(Miss Ledom)

Bahkan ombak bergerak menjauh

Aku lahir sendirian tak punya kawan
Aku hidup seturut perkembangan jaman
Aku dan setiap orang saling berkenalan 
Dibangku sekolah dasar untuk pertama kalinya 
aku mengenal kata kawan

        Bila aku punya kawan
        Siapakah kawan itu?
        Apakah mereka yang sekarang duduk bersamaku?
        Apakah mereka yang berada dihadapanku?
                
                   Siapakah kawan itu?
                   Apakah mereka yang ada dalam suka dukaku?
                   Itu keluargaku bukan kawanku
                   Apakah mereka yang selalu tersenyum 
                   dalam perjumpaan denganku?
                   Bisa jadi itu topeng yang menipu

Siapakah kawan itu?
Tolong jawab aku!
Aku bertanya hampir gila
Namun jawaban tak ku dapat pula

      Bila aku punya kawan
      Siapakah kawan itu?
      Apakah kalian yang selama ini duduk sekelas denganku?
      Apakah kalian yang selama ini pergi bersamamu?
      Apakah mereka kawan lama yang kini baik denganku?
      
                  Bila aku punya kawan
                  Siapakah kawan itu?
                  Apakah kamu yang selalu berbagi makan denganku?
                  Kawan, tunjukkan dirimu padaku
                  Kawan, aku merindukanmu

Siapakah kawan itu?
Apakah mereka yang berfoto bahagia bersamaku?
Hampir di semua album, semua berfoto bahagia
Tak sadarkah bahwa satu diantara mereka ada yang terluka
      
      Mungkin senyumnya hanya fatamorgana
      Mungkin senyumnya hanya sandiwara
      Mungkin senyumnya hanya berpura-pura

                Setiap orang punya kawan
                Namun tidak diriku
                Siapakah kawan itu?

Mereka yang dari dulu bersamaku
bahkan tidak tau kalau ini "aku"
Mereka yang menerima kebaikanku
juga tidak sadar ini "aku"
Mereka yang setiap hari berjumpa denganku
juga tidak tau ini "aku"

       Aku yang tidak punya kawan
       Aku yang hidup sendirian
       Aku yang tak diperhitungkan
       Aku yang terlupakan

       Bila aku punya kawan


 Indralaya, 2017





                  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Sendiri

Aku   Sendiri Sunyi   bertemankan malam pekat Dingin angin menyapa lembut Aku sendiri Bagai bilangan prima Hanya satu dan diri sendiri Bagaikan desimal dengan beribu nol di belakang koma Tak ada nilainya Bagaikan akar pangat dua Tidak ada maknanya Hanya aku dan diriku Bagai median yang ada dan tiada Hidup di tengah kawanan Namun sendirian kadang tak kelihatan Bagai titik pusat sebuah lingkaran Di tengah lingkaran namun jauh dari kawanan Tetap sendirian             Kadang aku berharap menjadi rusuk sebuah bangun ruang             Kadang pula   aku berharap menjadi jaring jaring             Kadang aku berharap menjadi titik koordinat yang saling terhubung             Hanya anganku yang kian membubung Aku tetap send...

Sarjana Cap Onthel

Sarjana Cap Onthel Onthel tua buruk rupa Dua dasawarsa sudah usianya Pedal yang menganga Rantai korosi dimakan usia Karat menghiasi setiap sudutnya             Seperempat hari menyusuri jalan desa             Menemani wanita paruh baya             Menjajakan usaha dalam doa             Dalam perjuangan mencetak sarjana muda Wanita tangguh berbadan rapuh Kuat tekad juga niat Segala jalan ia tempuh Berteman air mata dan juga peluh             Ketika langit mulai memerah             Harapan datang membawa berkah             Semoga lekas lulus kuliah     ...

Kekejaman Papa Berbuah Manis

Kekejaman Papa Berbuah Manis (Karya Miss Ledom)             Bujang Pematang adalah calon nama yang akan diberikan oleh Papa ketika aku lahir. Papa sangat gembira memiliki seorang putri yang kini berusia 9 tahun. Kebahagiannya bertambah ketika mengetahui bahwa Mama sedang hamil. Papa sangat berharap memiliki anak kedua seorang laki-laki. Tibalah waktu bersalin bagi Mama dan lahirlah seorang putri kecil untuk kedua kalinya. Mungkin Papa memiliki perasaan yang campur aduk saat itu antara bahagia dan kecewa. “Maafkan putrimu yang lahir kedunia ini Pa.”             Kaos coklat berkerah adalah kaos pertama yang dibelikan Papa untukku ketika kelas 1 SD. Saat itu papa mengajakku mengunjungi lokasi mengajar yang jauh dari rumah. Kami akan bermalam di sana namun tanpa persiapan pakaian maka Papa  mampir ke sebuah toko dan memilihkan pakaian untukku. Katanya dengan pos...