Langsung ke konten utama

Aku Bangga dengan Diriku karena Kakakku


Aku Bangga dengan Diriku
karena Kakakku
(Miss Ledom)


                “Ndut” begitu orang biasa memanggilku. Bagiku itu seperti musik harian yang wajib ku abaikan. Apapun yang orang lain katakan itu adalah hak bagi mereka. Memang, yang mengetahui kekurangan diri kita adalah orang lain. “Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak”.
            Panggil saja “Miss Ledom”. Aku memang sudah gendut sejak lahir. Berkulit sawo matang bermata sipit. Aku rasa gen dominan dalam diriku berasal dari Ayah. Beruntung tinggi badanku kini 160 cm. Tidak  hanya itu kini masa remaja ku dihantui dengan wajah yang berjerawat. Hemm, resiko yang harus ku tanggung tidak berhenti disitu.
            Aku mempunyai seorang Kakak dengan perbedaan usia 9 tahun. Beruntungnya dia memiliki gen dominan dari Ibu. Seperti perempuan kebanyakan, tingginya 155 cm dengan berat badan 45 kg. Kulitnya putih seperti keturunan Cina. Rambutnya lurus. Wajahnya cantik dan putih.
            So pasti yang menjadi sorotan tetangga dan teman-teman di sekolah adalah perbedaan fisik kami yang sangat kontras. “Beauty and The Beast”. Namun aku beruntung bahwa aku punya Kakak yang tidak sombong. Ia sangat menyayangiku. Ia tak pernah melihat fisik tapi melihat potensi dalam diriku.
Sebelum masuk bangku sekolah dasar, ia adalah guru pertama yang memperkenalkan huruf dan juga angka. Mengajari 26 alfabet dan penjumlahan angka 1 sampai 10. She is best teacher. Dia juga mengajari aturan-aturan yang berlaku di sekolah. Perhatian pada hal-hal sepele. Misalnya, “Jangan main kejar-kejaran dengan kawan pada jam istirahat, nanti keringatan kerah bajunya jadi kotor”, Bagian tepi buku tulis jangan ditindih, nanti terlipat”, dsb. Dia juga yang menyiapkan buku sudah tersampul rapi setiap kenaikan kelas. Dia yang selalu menyiapkan seragam tergantung rapi di kamar. Dia lakukan itu semua setiap minggu sore sebelum berangkat ke tempat kosnya.
Kakak selalu memberi semangat pada studyku. Ia ingin aku berhasil dalam sekolah dengan potensi yang aku miliki saat ini. Walaupun aku gendut dan jerawatan tapi Tuhan memberiku anugerah istimewa dibidang akademik. Menghitung adalah bagian tak terpisahkan dari diriku. I love mathematic.
Kakak tak pernah menceritakan kekuranganku. Setiap memperkenalkan diriku dengan orang baru, Ia dengan bangga menjabarkan prestasi dan bakat yang ada pada diriku. “Adikku suka matematika dari SD. Banyak piagam yang sudah dia dapat. Dialah yang terbaik di keluarga kami. Dapat gen dari Bapak, beruntungnya adikku.”
Kini aku tumbuh menjadi pribadi yang tampil PD, tidak merasa mider dengan apa yang kumiliki. Beruntung kini aku kuliah di FKIP Biologi disebuah Universitas Negeri. Ilmu tentang mahluk hidup sudah kami pelajari. Bagiku tubuh yang gemuk bisa dikuruskan dengan diet karena gemuk diakibatkan oleh banyaknya sel lemak dalam tubuh, wajah berjerawat bisa disembuhkan dengan obat jerawat baik yang alami maupun kimia. Sekarang aku dalam masa perubahan diri yang lebih baik. Sejauh ini, Aku Bangga dengan Diriku karena Kakakku.
           


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Sendiri

Aku   Sendiri Sunyi   bertemankan malam pekat Dingin angin menyapa lembut Aku sendiri Bagai bilangan prima Hanya satu dan diri sendiri Bagaikan desimal dengan beribu nol di belakang koma Tak ada nilainya Bagaikan akar pangat dua Tidak ada maknanya Hanya aku dan diriku Bagai median yang ada dan tiada Hidup di tengah kawanan Namun sendirian kadang tak kelihatan Bagai titik pusat sebuah lingkaran Di tengah lingkaran namun jauh dari kawanan Tetap sendirian             Kadang aku berharap menjadi rusuk sebuah bangun ruang             Kadang pula   aku berharap menjadi jaring jaring             Kadang aku berharap menjadi titik koordinat yang saling terhubung             Hanya anganku yang kian membubung Aku tetap send...

Sarjana Cap Onthel

Sarjana Cap Onthel Onthel tua buruk rupa Dua dasawarsa sudah usianya Pedal yang menganga Rantai korosi dimakan usia Karat menghiasi setiap sudutnya             Seperempat hari menyusuri jalan desa             Menemani wanita paruh baya             Menjajakan usaha dalam doa             Dalam perjuangan mencetak sarjana muda Wanita tangguh berbadan rapuh Kuat tekad juga niat Segala jalan ia tempuh Berteman air mata dan juga peluh             Ketika langit mulai memerah             Harapan datang membawa berkah             Semoga lekas lulus kuliah     ...

Kekejaman Papa Berbuah Manis

Kekejaman Papa Berbuah Manis (Karya Miss Ledom)             Bujang Pematang adalah calon nama yang akan diberikan oleh Papa ketika aku lahir. Papa sangat gembira memiliki seorang putri yang kini berusia 9 tahun. Kebahagiannya bertambah ketika mengetahui bahwa Mama sedang hamil. Papa sangat berharap memiliki anak kedua seorang laki-laki. Tibalah waktu bersalin bagi Mama dan lahirlah seorang putri kecil untuk kedua kalinya. Mungkin Papa memiliki perasaan yang campur aduk saat itu antara bahagia dan kecewa. “Maafkan putrimu yang lahir kedunia ini Pa.”             Kaos coklat berkerah adalah kaos pertama yang dibelikan Papa untukku ketika kelas 1 SD. Saat itu papa mengajakku mengunjungi lokasi mengajar yang jauh dari rumah. Kami akan bermalam di sana namun tanpa persiapan pakaian maka Papa  mampir ke sebuah toko dan memilihkan pakaian untukku. Katanya dengan pos...